|
Sejak beberapa hari terakhir aku mulai berpikir tentang masa depan ...
Aku masih belum banyak berubah selama dalam petualangan di Jogja. Aku belum berhasil dengan pencarianku. Aku sebenarnya
sudah ingin mengalah dan berhenti dengan semua ini. Aku mulai memasuki fase yang menjemukan. Aku lebih tenang bila ini berakhir.
Melihat realita kehidupan di Jogja, satu sisi membuat aku sedikit berharap untuk menemukan apa yang kucari dalam 'ziarah'
dan pencarian ini. Namun, di sisi lain aku tak bisa pungkiri, tak banyak hal yang berarti kutemui di kota ini. Andai saja
dulu aku memilih kota lain...., mungkin akan berbeda. Satu-satunya hal istimewa yang kudapat dalam perjalanan ini adalah ...
jiwa belia yang hadir dalam perjalanan ini. Jiwa yang cukup unik dan belum pernah aku temui sejenis ini sebelumnya. Dia berbeda
dengan dengan yang lain. Aku akui aku benar-benar terpikat dan falling in love with her. Hwaaakaka ....., gila men! Cuman
logikanya sech, she isn't my typical. But, my fuck in heart making me look grazy every time I seen her. I think, my soul love
her so much. Heheee. Tapi, langkah dan tujuanku ke Jogja memang bukan keistimewaan yang ada pada jiwa yang satu ini. Aku juga
akui, prioritasku berada di kota gudeg ini adalah menemukan bagian diriku yang akan membawaku menuju masa depan. Masa depan
yang aku impikan sepanjang usia hidupku.
Hari ini aku akui bahwa sungguh sulit melepas bayangan Jiwa yang satu ini. Setelah sekian masa dan kemarin sempat jalan
bareng lagi, aku berusaha tidak mengungkit masa lalu. Aku berusaha membiarkan semua ini berlalu. Toh, juga aku tak yakin dia
bisa memahami orang aneh seperti aku. Jangankan bicara cinta, barangkali rasa sayang dari dia aja kayanya sulit untuk diharapkan.
Seperti yang kubayangkan, sulit untuk mendapatkan yang unik. Terlalu bernilai untuk ukuranku. Sebaiknya memang, aku fokus
pada prioritas dan membenahi kerusakan sistem pikiranku yang akhir-akhir ini makin parah. Error!!!! Hwakakaaaa....!
Aku sebaiknya memanage ulang kepribadianku yang agak menyulitkanku akhir-akhir ini. Just Pray & hoping it will be
success!
(Myreflections,21/10/2006)
|
 |
Mari bicara tentang keadilan
Yang sekarang seperti oase di padang
Sulit untuk menemukannya bahkan dicari hingga ke penguasa negeri.
Simpati buat Saudara Tibo Cs, tumbal politik Indonesia
Simpati buat Suciwati, yang berjuang untuk seoarang Munir.
Siapa sangka negeri seribu pulau ini menjadi negeri seribu misteri.
Poso mulai bergejolak lagi dan tangis pecah kembali.
Siapa yang bertanggungjawab?
............................
Nauzibillahhhh.............!
Maju terus aktivis pencari keadilan!
Cari keadilan dengan doa di hati!
|
 |
 |
|
Cerita di kos Rino cukup menjadi perhatianku
Bagaimana seorang imam terlibat skandal
Bukan hal aneh bagiku ..., biasa.
Hanya cerita siang hari itu kembali menimbulkan pertanyaan menggelitik dalam benakku.
Cerita lama yang kini menjadi bahan baru bagi olah pikirku.
Bunda Maria ... Bunda para imam, teguhkan panggilan para imam-mu!
|
|
 |
 |
 |
|
| BUng Karno |
|
|
| " Sang Revolusioner Bangsa " |
Senja bawa aku pulang
Terlalu lama aku bertualang
Hingga lupa akan sisimu yang terang.
Senja bawa aku pulang
Pada kisah-kisah yang telah hilang.
(MyPoems,21/10/06)
Pagi aku terbangun menatap binar mentari
Selimut malam telah kusingkap saat berdiri
Aku tertunduk mengusap mata
Sekelebat bayang gelap muncul sesaat
Bisu aku terpaku
Pagi itu di pusaramu
....................
Ibu ..!
|
|